Senin, 03 Juli 2017

Begini Cara Saya Menidurkan Bayi dengan Nama-Nama Ashabul Kahfi

Aku selalu akrab dengan Seven sleeper atau ashabul Kahfi saat memiliki bayi. Baik untuk anak pertamaku Yusuf, maupun sekarang yang kedua, Ali. Aku selalu bertawasul dengan 7 manusia beriman itu berikut dengan anjingnya, agar bayiku bisa bobo dengan tenang. Dan it works, teman teman.


Nama nama ashabul Kahfi tersebut aku tulis di selembar kertas, tentu saat menulis aku baca mantra mantra dulu. Basan mantranya bisa inbox jika ada yg mau, hehe...
Setelah itu kertas dengan tulisan nama nama ashabul Kahfi tersebut aku taruh di bawah bantal bayi.
Hal yang sama juga aku lakukan untuk kelancaran persalinan istriku. Tapi posisinya aku ikat di paha sebelah kiri. Alhamdulillah tanpa melalui operasi Caesar lahir dengan normal dan lantjar.
Ini dia nama nama ashabul Kahfi, Maksalmina, Martunis, Nainunis, Sarbunis, Falyastatyunis, Dzununis. Serta seekor anjing bernama Qithmir.




Ditulis dengan lafadz Arab. Ini adalah cara efektif dan mudah menidurkan anak bayi yang sulit tidur.
Jika ada yang bilang ini TBC takhayul bidah dan khurofat ya Monggo aja. Karena Percaya Cukur Engga Gondrong...

NU Sesaat, Sebuah Pengakuanku kepada Kyai Muda

NU Sesaat
Tidak sengaja waktu mengais-ngais buku di rak buku, Aku menemukan buku ini membeku, mungkin sudah setahun disitu. Masih lengkap dengan plastik wrapnya.
NU Sesaat sebuah pengakuanku kepada Kyai Muda.jpg
Sahabatku, seorang Kyai muda dari Jember memberikan buku tersebut khusus untukku. Setahun yang lalu. Melalui telepon beliau sangat bersemangat menulis buku ini. Namun sayangnya, aku bukanlah tipe sahabat yang baik. Aku belum membacanya. Aku berbohong pada beliau kalo buku sudah saya terima dan isinya sangat bagus. Aku benar benar berbohong. Padahal aku cuma baca sinopsis di halaman terakhir, itupun halaman cover belakang. Entahlah waktu itu mungkin aku sedang sibuk dengan pekerjaanku sebagai pengulik AdWords. Atau alasan ini atau itu... Apapun alasannya aku melakukan kezaliman pada sahabatku ini yang telah berjuang sampai leptop dan PC nya sering rusak karena tuntutan kecepatan dan multitasking sudah tidak mampu lagi diemban si komputer tuanya.
 

Sungguh beliau ini Kyai yang hidupnya dan leptopnya hanya dipersembahkan untuk perjuangan Islam. Isi hardisk nya hanya berisi tulisan dan kitab kitab, yang aku pernah ditawari untuk mengcopy seluruhnya jika aku mau. Tentu aku menolaknya karena aku tak tau mau buat apa dan blm tentu bisa menjaganya.

Kembali lagi ke buku hadiah ini. Baru baca pengantarnya, aku merasa sedang ngobrol dengan kyai muda ini. Dan mumpung masih suasana lebaran, dimana maaf sedang diobral, aku mengemis maaf pada Kyai dari Jember , Ustadz Luthfi Khoiron, semoga berkenan memaafkan..
Ustadz Luthfi, kali ini benar, buku ini memang bagus, sangat bagus. Maaf terlambat mengapresiasi. Aku khususkan alfatihah untuk Mualif hadzal kitab...
Aku merekomendasikan pada teman teman untuk membaca buku ini, khususnya teman teman NU (teman2 Muhammadiyah juga boleh)

Nasihat KH Tolchah Hasan dalam buku ini sangat penting agar kita selalu bekerja untuk melayani umat.
bagi anda yang berminat buku ini, silahkan komen, buku akan dikirim. Tersedia 500 exemplar

Belajar dari Kisah Nabi Yusuf as dan Anak-Anak Israel

Kisah Nabi Yusuf as adalah kisah Nabi terlengkap yang diabadikan dalam Al-Quran. Sedemikan pentingnya kisah ini sehingga satu surat khusus untuk mengisahkan Nabi Yusuf sejak kecil bersama ayahnya, nabi Yaqub (Israel) di Palestina hingga menjadi pemimpin yang sukses di Mesir. Inilah sebaik baik kisah yang banyak sekali pelajaran untuk umat manusia sampai hari kiamat.

Surah-Yusuf-235 kisah nabi yusuf
Didalam kisah para nabi, selalu saja ada pihak yang ingin memadamkan cahaya Ilahi. Dan dalam kisah nabi Yusuf as, tokoh antagonis pertama adalah kesepuluh saudaranya. Dan alasan Bani Israel dari Yehuda, Levi, shamoun dan yang lainnya adalah hasad atau iri hati. Sebuah penyakit hati yang tampak biasa tapi efek destruktif nya sangat luar biasa. Pantas saja Nabi Muhammad saw pernah bersabda bahwa Hasad akan membakar seluruh kebaikan. ”Jauhilah olehmu sekalian sifat dengki, karena dengki itu memakan kebaikan seperti api melalap kayu bakar.” 

Kalau kita pikir pikir kenapa sih Yéhuda dan saudara2nya bisa benci banget sama Yusuf? Hanya karena merasa kasih sayang Ayah lebih besar ke Yusuf dibandingkan ke mereka. Helloo... Ga banget kan keliatannya. Yaelah gitu aja iri. Yusuf mimpi 11 bintang matahari dan bulan bersujud pada Yusuf, kenapa mereka yang kejang kejang coba. Bisa jadi sederhana banget alasan orang menjadi benci. Kedengkian berubah menjadi kebencian akut dan menjelma menjadi rencana pembunuhan. Hebat ya efek dengki.

Dengki, iri hati adalah penyakit warisan dari Iblis. Semua tau prestasi Iblis, ibadahnya jempolan, bahkan ia makhluk yang terbuat dari api, sebuah unsur yang sangat keren. Tapi semua itu sia sia belaka. Keunggulan, kehebatan dan prestasi ibadah yang cemerlang bisa sirna nilainya dihadapan Allah hanya karena penyakit dengki.

Kita bisa belajar dari anak anak Israel, mereka dibawah naungan ayah sang Nabi saja bisa tergelincir, apalagi kita yang belajar agama baru kemaren sore.
Jumat, 30 Juni 2017

Filosof Muslim Seperti Al-Farabi akan Kembali Muncul Setelah ini...

Untuk jadi filosof muslim tidak hanya dibutuhkan kecerdasan tapi disaat yg sama harus ada upaya spiritual. Gampangnya, filosof muslim adalah ilmuan sekaligus sufi, atau sufi sekaligus ilmuan. Karena filosof adalah sang bijak Bestari sekaligus ruhaniawan yang saleh.
Agak sulit menemukan pribadi seperti ini di dunia dewasa ini.

al farabi al mu'allim tsani

Kalopun ada ahli filsafat, dia hanya ahli tentang ilmu filsafat. Kalopun ada sufi, ia hanya menapaki maqamat spiritual. Dan keduanya tidak buruk. Malah sangat baik. Dan sangat penting keberadaannya. Namun boleh donk, kita merindukan sosok seperti Al-Farabi, Ibnu Sina, Mir Damad, dll. Tapi agaknya butuh waktu lama untuk mendatangkan para begawan tersebut, karena umat Islam secara umum sedang sibuk diadu domba dan kebanyakan yang menikmati kondisi diadu domba. 

Jangankan untuk jadi filosof yang butuh kecerdasan akal dan spiritual yang tinggi, memahami perbedaan saja sering gagal faham. Padahal jelas jelas perbedaan adalah keniscayaan, dan merupakan keindahan yang patut untuk disyukuri.
Kamis, 29 Juni 2017

Filosofi Kopi Dingin dan Istri yang Sabar

Judul Filosofi Kopi hanya buat pemanis saja, biar terlihat kekinian dan intektual. Selebihnya ini hanya curhatan suami hebat yang baru belajar update status facebook. Tulisan ini hanya sekedar luapa emosi jiwa tentang pentingnya segera menyeruput kopi yang masih panas. Karena kalau sudah dingin agak susah kita cari-cari makna dan filosofinya kecuali anda baca tulisan ini sampai selesai dan setelah itu komentar di kolom yang sudah disediakan. Gunakan akun Google untuk komentar. aku yakin email anda juga gmail.

Filosofi Kopi Dingin dan Istri yang Sabar

Sudah dua kali.
Pertama, kopi sudah dingin karena aku dibuat lupa oleh adik adik ipar. Mereka sengaja menjeratku dengan jebakan yang bernama eskrim. Memang tak sejajar membandingkan kan kopi dan eskrim. Tapi akibat ulah mereka, kopi Liong panas kesukaanku jadi dingin, sedingin istri saat suaminya pulang terlalu malam. Akhirnya kopi sudah tak menggoda lagi untuk diseruput. Aku sangat marah dan mengutuki diri sendiri. Betapa mudahnya aku tergoda oleh sekedar eskrim, sementara kopi panas sudah dibuatkan oleh istri disela sela sibuknya dia ngurus bayi berumur 10 hari. Sungguh kejahatan apa yang lebih buruk selain tindakan gegabahku itu? 

KEDUA, ini lebih tak layak dimaafkan lagi. Tadi pagi setelah solat subuh yang sangat berat. Sungguh, solat subuh di bulan selain bulan puasa memang uji nyali dan uji keimanan. Semakin siang solat subuhnya semakin tipis pula tingkat keimanan seseorang. Tapi bulan Syawal masih menyisakan semangat ibadah, hingga aku bisa solat subuh 15 menit setelah azan. Sangat Soleh, bukan...


Tapi tidak berhenti disitu, kesolehan tadi tidak seberapa kuat dg kekuwatan Sy menahan rasa kantuk. Aku mendengar istriku telah selesai beresin si Hasan kecil yang baru selesai ee. Dan mulai memangku serta menyusuinya. Semalam sudah berapa kali istriku bangun, entah karena ompol bayi, atau menyusui. Dan aku tak mampu berbuat apa selain bobo. Selesai solat subuh dan memanjatkan doa seadanya, istriku menawarkan secangkir kopi panas. Dan aku menyambutnya hanya dengan 'iya'.
Kopi diseduh, itulah terakhir yang aku dengar.. 


Sejurus kemudian jam 6:30. Kopi sudah dingin. Aku ketiduran dan istriku sudah merampungkan cuciannya. Dia ga marah tapi aku yang sakit hati. Sayang sekali kopi tadi. Inilah kejahatan dan penistaan terhadap kopi yg aku sesali. 


Sore ini kubuatkan kopi ternikmat untuk istriku, meskipun dia hanya meminum sekali dan aku yang menghabiskan. 


Aku merasa bangga telah membuatkannya secangkir kopi. "Suami yang hebat..," gumamku...