Ayah Kutunggu Pulangmu

shares |

Ayah dan Anak: Ilustrasi
Menjadi ayah bukanlah sebuah kebahagiaan biasa,, tapi super luar biasa. Betapa tidak, yang dahulunya pulang kerja tidak ada yang menanti, giliran sudah bergelar ayah, anak dan sitri dengan hikmat menunggu kepulanganku. Ini memang bukan hal aneh alias wajar. Tapi bagi ayah baru, ini sungguh episode yang paling menyenangkan
.
Aku merasa menjadi sosok yang paling penting dalam scene ini. Kita bisa bayangkan betapa seorang tokoh utama melakoni sebuah adegan yang menetukan jalannya cerita atau menentukan inti cerita tersebut. Kita juga bisa membayangkan apa yang ada di benak tokoh utama itu ketika membaca naskah sebelum memulai akting. Dapat dipastikan senyumannya lebih banyak volumenya daripada kerut di dahinya. Dia pasti bangga menjadi tokoh utama.
Memang ayah yang aku perankan ini tidak untuk ditonton banyak orang seperti tokoh utama didalam sebuah film layar lebar yang dilihat oleh ribuan bahkan jutaan penonton. Kebanggaan tokoh itu jelas bukan buatan. Sementara aku sebagai ayah yang dinantikan keluarga kecilku, sudah cukup bagiku untuk merasa bangga dan bahagia.
Bayangkan saja jika pulang dari kerja yang di jaln raya berebutan ingin dahulu, menembus asap bis kota yang harusnya sudah dibuat besi tua, sampe di rumah tidak ada orang, tidak ada yang menunggu, jelas tidak ada the anget. Uh,, kok ada yang tahan dengan kehidupan macam itu.
Bersyukur itulah kuncinya, menikmati setiap helai episode dan scene kehidupan diri sendiri ternyata membawa kita mengalir pada rasa syukur pada Yang Kuasa. Nikmatilah hari demi hari dengan memandang cerita lucu dan menyenangkan dalam diri, niscaya rasa syukur itu mengkristal dalam diri.

Related Posts

2 comments:

Terimakasih sudah berkunjung, Silahkan meninggalkan komentar :) | Nyepam pasti saya delete