Cara Menjadi dermawan tanpa harus kaya

shares |

Kebanyakan manusia sulit untuk berderma. Sulit sekali. Sulit banget. Tapi itu tidak benar. Justru kebanyakan manusia itu dermawan. kita, akan merasakan bahagia justru disaat kita bisa memberi dan berbagi. Bayangkan kalo kita tidak pernah memberi dan berbagi. Sungguh pahit dan menyedihkan, bukan.
inilah yang sering dirasakan umumnya orang-orang. Merasa belum mampu berderma atau berbagi, padahal sebenarnya bisa. Bisa banget.

ah, aku mau berderma saat aku kaya. Saat kebutuhanku sudah cukup. Saat hutang terlunasi. Saat tidak ada lagi cicilan kredit. Saat... saat..
ssssttt... tak perlu begitu kawan.. kita sendiri yang tahu kalo kita sebenarnya mampu berbagi. Namun kita sendiri juga yang membonsai diri kita menjadi miskin dan tidak mampu.
Ya, jiwa miskin atau jiwa yang merasa miskin ini yang harus diperangi. Begini ceritanya: aku pernah bahkan sering melihat orang yang secara fisik berkecukupan, punya mobil, smartphone terbaru, baju trendy, baunya wangi. Pokoknya semua ciri orang kaya ada pada dirinya. Tapi giliran ada pembagian nasi bungkus, dia dan orang2 seperti dia ini berlagak persis seperti orang miskin yang tidak pernah makan. Bahkan minta dua bungkus untuk dbawa pulang. Tragis dan Ironis bukan?
apakah dia miskin betul? Jawabannya tidak. Apa dia kaya betul? Jawabanya juga tidak. Memang secara lahir kita bisa memastikan pasti orang kaya. Tapi disaat yang sama dengan menyaksikan peristiwa tersebut, kita juga bisa menimpulkan dengan satu kata "kasihan".
Jadi kawan kawan yang super (meniru mas mario), tak perlu menunggu kaya jika kaya nantinya hanya seperti cerita tadi. Dan tidak perlu menunggu punya banyak untuk sedekah. Justru disaat sedikit dan disaat merasa miskin itulah kita sebaiknya dan dianjurkan untuk berderma, berbagi atau bersedekah.
betapa bahagianya kita jika kita bisa berbagi dengan milik kita yang sedikit itu. Tentu semua orang akan merasa bermakna dan bahagia disaat bisa berbagi, memberi dan menoong orang lain.
nah, untuk jadi dermawan, tak perlu kaya. Hanya perlu jiwa yang kaya. Jiwa yang kaya inilah kekayaan kita sejatinya.
percayalah bahwa didalam jiwa yang kaya akan diikuti kekayaan yang tak ternilai harganya. Buktikan kalo tidak percaya.

Related Posts

0 comments:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkunjung, Silahkan meninggalkan komentar :) | Nyepam pasti saya delete