Pendidikan Untuk Anak Cacat

shares |

Pendidikan adalah milik semua orang, tak terkecuali anak-anak yang 'dianggap' cacat. Sebagian anak anak terlahir cacat fisik sebagian lain menjadi cacat karena sebab sebab tertentu, seperti kecelakaan atau yang lainnya. Ada juga anak anak yang secara fisik tidak cacat namun memiliki kelainan, seperti kegemukan, kurus, gigi tidak rapi, pendek dan sebagainya.
sejatinya, Allah menciptakan manusia adalah baik dan sempurna, pemikiran kitalah yang membuat ini dan itu menjadi cacat atau tak sempurna. Anak anak yang dalam kondisi seperti cacat fisik baik dari lahir maupun sebab yang lain jika mereka memikirkan cacatnya itu, maka ia akan menjadi lemah dan minder. Mereka akankehilangan semangatnya untuk melakukan hal hal yang sebenarnya bisa ia lakukan. Jika berlarut, maka mereka akan merasa tidak bernilai dan merasa tidak memiliki kemampuan apapun. Jika sudah begini, hancurlah masa depannya.
Keluarga dan masyarakat memiliki peran paling strategis dalam membantu kehidupan mereka. Menempatkan mereka sejajar dengan yang lain adalah hal pertama yang harus dilakukan. Mereka membutuhkan cinta dan kasih sayang lebih agar kepercayaan dirinya muncul dan membesar. Ketenangan diri mereka adalah yang paling penting.
Haruslah dihindari membicarakan kekurangan mereka baik di belakangnya apalagi di depannya. sebisa mungkin hindari hal hal yang menyebabkan dirinya menyadari cacatnya. Buatlah suasana bahwa tidak ada masalah dengan cacatnya dan semua baik baik saja.
Hal yang sering terjadi justru sebailknya, anak cacat dijadikan bahan tertawaan dan candaan. Ini adalah cela yang merusak hati dan menghancurkan kepercayaan anak cacat. Hal ini dilarang oleh agama manapun. Tuhan akan mengancam orang orang yang suka mencela dengan siksaan yang pedih.
Kita harus yakin dan percaya bahwa setiap individu itu unik dan pasti memiliki kelebihan dan kemampuan tertentu. Disinilah kita semestinya membantu menemukan kelebihan itu serta memupuknya dengan dorongan dan semangat, agar kelebihan itu menjadi kebanggan baginya sehingga ia menjadi manusia yang percaya diri dan bermanfaat bagi yang lain.
Bukankah kebahagiaan itu adalah ketika kita bermanfaat bagi yang lain?. Betapa bahagianya mereka yang dianggap cacat atau berkekurangan secara fisik itu ternyata memiliki sumbangsih besar bagi yang lainnya.
semoga bermanfaat

Related Posts

0 comments:

Poskan Komentar

Terimakasih sudah berkunjung, Silahkan meninggalkan komentar :) | Nyepam pasti saya delete