Akhnatun, Firaun Mesir yang Beriman kepada Tuhan Tunggal

shares |

Mendengar kata Firaun, tentu kita akan membayangkan sosok angkara murka nan durjana. Musuh Nabi Musa as dan musuh para nabi. Nama Firaun terasa sangat buruk terdengar sekaligus mengerikan. Terlebih kita menyaksikan gagahnya Pyramida Mesir yang menunjukkan betapa agung dan menakutkannya sosok Firaun. Makamnya aja sigeitu gedhe apalagi isinya? #wow.

Namun tahukah kawan, kalau Firaun itu hanya sebutan sang Raja yang berkuasa di Mesir? Ya, setiap Raja mesir dijuluki atau memiliki nama gelar Firaun. Konon, Firaun artinya adalah orang yang tinggal di istana. Nah dalam sejarah panjang bangsa mesir, terdapat banyak Firaun yang berkuasa silih berganti. Namun sebenarnya, nama mereka berbeda beda. diantara nama nama Raja Firaun tersebut adalah Amunhatep, Akhnatun, dan Tutankhamun. Yang aku sebutkan tadi adalah satu keluarga dari bapak, anak dan cucu. Memang kebiasaan para raja diangkat turun temurun dalam jalinan darah. mungkin ini ada rahasianya yang perlu diungkap lain waktu.

Amunhatep, adalah Firaun yang kira kira dari nama itu memiliki arti penyembah Amun. Amun adalah dewa tertinggi dalam tradisi beragama mesir kuno. Bahkan sebenarnya Firaun juga termasuk salah satu dewa tertinggi yang juga disembah rakyat dan disegani para pendeta. Para pendeta menguasai kuil kuil dan mengajarkan rakyat agar menyembah berhala Amun sekaligus menyembah Amunhatep dan dewa dewa lainnya.

Namun dihati sang Firaun, sebenarnya ia tidak menyukai praktik penyembahan terhadap berhala. lebih khusus lagi ia benci kepada para pendeta yang sedikit banyak menguasai dan terkadang ikut campur dalam bidang ekonomi. Firaun merasa perlu untuk mengajarkan dan mendoktrin anaknya agar tidak mau berkompromi denga para pendeta setelah kepergiannya.

setelah Amunhatep meninggal, diangkatlah Akhnatun sebagai Firaun selanjutnya. Akhnatun sangat dekat dengan Yuzarsif atau Nabi Yusuf as. Ia pertamanya menyembunyikan keimanannya dihadapan rakyat dan juga para pendeta. Namun disaat ia mampu menguasai keadaan, ia mengikrarkan dirinya bahwa ia adalah penyembah Tuhan Yuzarsif, tuhan tunggal dan menyusuh seluruh rakyat mesir untuk mengakui dan beriman kepada Tuhan Tunggal, sebagaimana yang diajarkan Nabi Yusuf atau Yuzarsif.

dimasa pemerintahannyalah, Mesir memiliki Tuhan Tunggal dan seluruh kuil kuil penyembahan berhala Amun dihancurkan. Bahkan jika diketahui ada yang masih melakukan penyembahan terhadap berhala, akan dihukum olehnya. Namun sayang sekali, selepas pemerintahanya, anaknya Tutankhamun kembali mendirikan kuil kuil dan mengembalikan kepercayaan terhadap penyembahan dewa dewa.


Related Posts

0 comments:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkunjung, Silahkan meninggalkan komentar :) | Nyepam pasti saya delete