Miskin Bukan Alasan Menunda Menikah

shares |

Menikah itu adalah sebuah kebutuhan alamiah. Ini harus benar benar di camkan, kawan. Tulisan ini aku dedikasikan untuk kawan-kawan yang belum menikah tapi sudah ingin menikah. Lebih khusus lagi adalah jika alasan menunda menikah adalah soal kemiskinan.

Kawan, menikah itu harus disegerakan. Jangan pernah menundanya, apalagi karena masih merasa miskin atau tidak punya apa-apa. Kondisi para pemuda dan pemudi yang sudah menginginkan hubungan, maka sangat dianjurkan untuk segera menikah. Memang menikah itu butuh fasilitas rumah, biaya resepsi dan hal hal lain yang biasanya diperlukan. Dan yang paling penting adalah sarana untuk melanjutkan bahtera rumah tangga seperti pekerjaan atau penghasilan. Sementara kita lihat bahwa kondisi para pemuda kebanyakan adalah tidak memiliki persiapan-persiapan khusus seperti yang tersebut diatas. Belum lagi kondisi orang tua yang juga belum mampu untuk menikahkan anaknya secara ekonomi. Dalam kondisi seperti ini, keputusan yang diambil adalah menunda menikah.

Dalam hal ini kemiskinan menjadi faktor utama penghambat terjadinya proses pernikahan. Ini bisa dimaklumi. Tapi sebetulnya pernikahan yang ditunda tunda hanya karena masalah kemiskinan tidak selalu bisa diterima. Kembali lagi bahwa pernikahan itu kebutuhan alamiah yang harus dipenuhi, jika tidak, akibat buruknya justru akan lebih berbahaya dibandingkan kekhawatiran terhadap kemiskinan.

Keinginan untuk menikah dengan resepsi, adat dan segala macamnya itu bukanlah hal utama, namun seringkali menjadi penghambat utama. Resepsi mewah seperti raja sehari tu bukanlah menu utama. Itu hanya penghias semata yang jika tidak diadakan pun tidak akan mengurangi  nilai dan hakikat pernikahan.  Para pemuda haruslah fokus dan hanya memikirkan kemampuannya untuk menikah. Kesanggupan ataupun kemampuan itulah modal utama untuk menikah. Jika mereka belum punya rumah, mereka bisa sewa atau kontrak. Jika belum mampuuntuk sewa atau kontrak, mereka bisa tinggal sementara di rumah orang tua atau villa mertua indah untuk sementara waktu. Sementara itu dan disaat yang sama haruslah berfikir dan berusaha untuk memperbaiki kualitas diri dan kualitas kehidupan keluarganya. Mereka bisa melakukan penghematan untuk menjalani bahtera rumah tangga barunya.

Ingat, tidak semua orang terlahir miskin dan selamanya miskin. Pun sebaliknya. Banyak kok yang dulunya ga punya apa-apa dengan usaha keras mereka bisa mendapatkan kehidupan yang sejahtera. Jika para pemuda memahami hal ini dan tidak mengaharpkan yang muluk muluk, maka pernikahan bisa dilaksanakan dengan sederhana.

Ada lagi alasan menikah karena persoalan pendidikan, misalnya masih sekolah atau kuliah. Nanti aku coba tulis lagi. Yang penting jangan melakukan hubungan diluar nikah. Kawan akan menyesal seumur hidup. Be a good boy.


Related Posts

0 comments:

Poskan Komentar

Terimakasih sudah berkunjung, Silahkan meninggalkan komentar :) | Nyepam pasti saya delete