Jangan kau sandera Ijazahku

shares |

Ada saja persoalan dalam dunia pendidikan. Masuk sekolah susah, mau keluar susah, sudah keluar pun susah. Bagaimana tidak, untuk masuk sekolah saja, seorang siswa harus melewati serangakian tes dan ditodong dengan biaya sekian sekian. Sudah masuk, jika ga bisa bayar, maka keluar pun susah, bukan orangnya tapi ijazahnya. 

Ya, ijazah yang merupakan surat hasil dari proses belajar selama 6 atau 3 tahun itu terpaksa harus di sandera oleh sekolah gara gara siswa yang bersangkutan tidak mampu memenuhi pembayaran yang telah ditentukan oleh sekolah. Persoalan ini masih belum keluar sekolah, apalagi kalau sudah keluar sekolah, masih banyak lagi problematikanya.

Kembali kepada masalah penyanderaan ijazah yang beberapa hari ini menyita perhatian. Seorang siswa di sekolah swasta di Parung Bogor harus berurusan panjang dengan pihak sekolah karena belum bisa membayar biaya pendidikan sejumlah 17 juta. Jumlah yang fantastis menurutku. Mungkin juga menueurt keluarga Sarah Meylanda Ayu. Ayahnya yang bekerja sebagai penjahit harus merelakan mesin jahit kesayanganyya untuk dijual demi menebus ijazah anaknya. Hasil penjualan yang Cuma senilai 2juta masih kurang banyak untuk menutup jumlah yang harus dibayar untuk menebus ijazah anaknya.

Tak ada jalan lain menurutnya mungkin, selain menawarkan salah satu ginjalnya untuk ditukar dengan rupiah demi slembar ijazah. Ijazah itulah yang menjadi jembatan bagi anaknya kelak mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Mungkin. Semoga.

Indonesia heboh. Media tak kalah heboh. Namun dengan kebaikan dan cepatnya pemerintah merespon, ayah dari sarah tidak perlu menjual ginjalnya demi selembar ijazah. Menteri Pendidikan telah membantu mengeluarkan ijazah tersebut dan menjanjikan beasiswa Bidik-misi untuk Sarah. Memang masalah dalam kasus ini selesai. Tapi apakah ini juga berlaku untuk para siswa lain? Masih banyak siswa yang putus pendidikannya gara gara ijazahnya di sandera. Pak Menteri, Muhammad Nuh mengingatkan kepada seluruh sekolah agar tidak menyandera ijazah siswa yag telah lulus dengan alasan apapun, karena ijazah adalah hak siswa setelah menyelesaikan studinya. Semoga peringatan ini diperrhatikan oleh seluruh pihak yang terkait.

Related Posts

0 comments:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkunjung, Silahkan meninggalkan komentar :) | Nyepam pasti saya delete