Haji Nabi Muhammad saw

shares |

Madinah, Jumat, tengah hari, 24 Dzulqa'dah tahun 10 Hijriah. Hari itu cerah, udara tidak begitu Panas pada 24 Dzulqa'dah tahun 10 Hijriah atau 21 Februari tahun 632 M. Sebelum Rasul Saw. hijrah ke Madinah sepuluh tahun lalu, kota ini bernama Yatsrib.

Setelah hijrah dinamakan "Madinatun-Nabi"  yang berarti Kota Nabi, arau "Madinatur-Rasûl  yang berarti Kota Rasul, atau "Al-Madînah Al-Munawwarah " yang berarti Kota Bersinar. Claudius Ptolemaeus, ahli ilmu burni yang hidup abad kedua Masehi di Iskandariah (Aleksandria), menyebutnya Lathrippa.
Madinah adalah kota tersuci sesudah Makkah. Keduanya, Makkah dan Madinah, disebut Harâmain atau Dua Kota Suci.

Nabi Muhammad saw adalah lelaki bertubuh sedang, tidak tinggi dan tidak pula pendek. Saat itu beliau berumur 63 tahun. Ia menunggangi unta menuju kota kota suci Makkah. Sebuah kota yang berjarak 500 km dari Madinah. Para sahabat berbondong bondong mengikutinya dari belakang.
Ini adalah haji yang pertama dan juga yang terakhir bagi beliau. Karena beliau akan segera menemui Kekasihnya.

Ada pesan penting yang disampaikan Nabi Muhammad sepulangnya dari haji terakhirnya itu. Namun banyak yang telah melupakannya. Perlu dicatat bahwa haji wada ini dihadiri ratusan ribu muslimin dari berbagai daerah.

Related Posts

0 comments:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkunjung, Silahkan meninggalkan komentar :) | Nyepam pasti saya delete