Mengapa Banyak Manusia Tidak Menyembah Tuhan?

shares |

Sepertinya sebagai seorang muslim, kita akan dengan cepat menjawab pertanyaan umum seperti ini, mengapa Tuhan menciptakan manusia? Maka kita dengan berbekal pengetahuan dari pengajian pengajian dan mimbar mimbar Jumat akan segera menjawab bahwa tujuan manusia di ciptakan adalah untuk menyembah Tuhan. Dengan mengutip sebuah ayat dalam kitab suci Al-Quran; “Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembahku”

Pertanyaanya adalah, mengapa begitu banyak manusia yang justru tidak menyembah kepada Tuhan? Bukankah ketika kita menciptakan sesuatu, kursi, misalnya dan kursi tersebut kita buat dengan tujuan agar menjadi tempat duduk yang nyaman. Namun ternyata kursi yang kita buat tidak bisa dijadikan tempat duduk. Kita akan berkesimpulan bahwa penciptaan kita terhadap kursi mengalami kegagalan. Karena tujuan dari penciptaan kursi tersebut tidak bisa tercapai. Begitu juga jika manusia diciptakan oleh Tuhan agar manusia menyembah Tuhan, namun sementara banyak manusia yang tidak menyembah Tuhan, apa berarti terjadi kesalahan dalam penciptaan manusia?

Ketika mendapat pertanyaan pertanyaan sejenis itu, maka kita harus mengemukakan argumentasi rasional dalam menjawabnya. Pertama, menganalogikan antara penciptaan kursi yang tidak memiliki kehendak dengan penciptaan manusia adalah sebeuah kekeliruan. Manusia berbeda dengan benda benda lain, bahkan manusia memiliki kelebihan diatas hewan. Manusia dibekali akal dan sekaligus hawa nafsu. Justru di sinilah letak kesempurnaan penciptaan Tuhan terhadap manusia.

Kedua, tujuan penciptaan adalah benar bahwa agar manusia menyembah Tuhan. Itu adalah tujuan sempurna. Hanya manusia yang sesuai kriteria saja yang mampu mencapai tujuan tersebut. Tuhan telah menentukan jalan menuju kesempurnaan tujuan tersebut. Dengan akal dan hawa nafsu, manusia bebas untuk menentukan pilihannya. Dan ini adalah juga bentuk kebijaksanaan Tuhan. Adapun manusia yang tidak mengikuti petunjuk atau manual book sebagai manusia yang semestinya, maka ia akan terlempar dari tujuan utama penciptaan manusia. Mereka yang tidak mengikuti aturan main sebagai manusia jelas tidak berjalan menuju Tuhan untuk menyembah-Nya. Manusia yang tidak mau menyembah ini bukanlah kesalahan dalam penciptaan, namun kesalahan manusia sendiri yang tidak mau menjadi manusia sebagaimana yang diinginkan Tuhan.

Lalu ketika masih ngeyel bertanya, mengapa tuhan tidak menciptakan manusia yang taat semua dan tidak perlu diberi hawa nafsu? Maka jawablah bahwa Tuhan telah menciptakan makhluk yang demikian, yaitu malaikat. Malaikat adalah makhluk yang sepenuhnya akal, dan tidak dibekali hawa nafsu. Maka malaikat senantiasa taat pada Allah. Malaikat senantiasa menyembah Allah dan tidak pernah berpaling dari-Nya. Namun penciptaan manusia yang diberikan kemampuan untuk memilih, kebebasan berkehendak menjadikan manusia sebagai makhluk yang istimewa. Manusia bisa menjadi lebih tinggi derajatnya dari malaikat jika ia bisa mengalahkan hawa nafsunya, dan bisa lebih rendah dari hewan jika ia terkalahkan oleh hawa nafsunya. Dari sinilah pahala dan siksa menjadi jelas, dan surga dan neraka menjadi hal yang pasti ada.

Related Posts

0 comments:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkunjung, Silahkan meninggalkan komentar :) | Nyepam pasti saya delete