Catatan Kecil untuk Para Pendukung Capres

shares |

Pemilihan anggota legislatif telah berlalu. Jumlah akhir telah ditetapkan. Partai bergambar banteng menduduki posisi pertama perolehan suara terbanyak. Namun itu bulan akhir, masih akan ada satu pertarungan politik lagi, yaitu pemilihan presiden RI.

Karena aku lebih sering main twitter daripada nonton berita tv, maka informasi seputar politik hanya aku dapat dari wacana di twitterland. Kelebihan di twitter itu karena antara tokoh politik, pengamat, pendukung dan simpatisan itu jaraknya tidak jauh. Hanya dengan keong (maksud aku mention dengan karakter '@' ) kita bisa tersambung dengan siapa saja.

Meski aku kadang larut dalam twitwar (perang di twitterland), tapi aku merasa ada yang tidak sehat disini. Ada yang berlebihan fanatis terhadap tokoh atau partai idolanya. Kefanatikan itu bisa jadi karena memang sangat mengerti kelebihan dan keunggulannya, atau tidak sedikit yang hanya fanatik buta. Apapun statement dan kultwit idolanya, maka akan didukungnya mati matian. Seringkali akal sehat tidak dipakai sebagaimana mestinya. Kalo sudah begini, aku jadi memilih untuk menarik diri dari area peperangan. "wis ga bener ini", gumamku.
Sekedarnya saja
Ada pepatah atau mungkin hadis nabi saw yang kurang lebih intinya jangan terlalu membenci dan juga jangan terlalu mencintai kalo kepada makhluk. Belum tentu partai atau tokoh itu konsisten pada janjinya. Lihatlah sejarah, itu cukup buat cermin untuk ngaca. Sekedarnya saja, jangan terlalu membenci atau mencintai, nanti bisa kecele alias kuciwo.

Baik Jokowi maupun Prabowo, keduanya memiliki kelebihan masing masing. Toh belum tentu juga mereka berdua saling bermusuhan seperti yang terjadi pada para pendukungnya. Bisa jadi kedua tokoh ini saling memberi dukungan. Adapun kampanye hitam yang dimunculkan bisa jadi hanya untuk merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Atau bisa jadi ada kemungkinan yang lain, dan kemungkinan lain dan kemungkinan lain,,,

Ini Politik gan!
Ini adalah ranah politik, segalanya bisa terjadi. Tidak ada musuh abadi, yang ada adalah kepentingan abadi. Nah nestinya kepentingan abadi ini diarahkan pada kepentingan rakyat, bukan golongan. Jika jepentingan abadi ini hanya untuk rakyat, maka biarkanlah dinamika itu terjadi, namun aku kadang masih pesimis, karena pengalaman membuktikan kepentingan itu biasanya hanya untuk golongan tertentu. Jika ini yang terjadi, maka untuk apa kita saling mengejek, bertengkar dan saling menyakiti. Toh, rakyat kecil seperti kita tidak mendapat apa apa.

Tapi bagiku, siapapun yang akan jadi presiden nanti, aku berharap dia menjadi Ratu Adil yang melindungi segenap kepentingan rakyatnya diatas kepentingan kelompoknya. Karena orang orang sepertiku ini hanya ingin yang sederhana, hidup damai, harga murah dan bisa membangun keluarga dengan baik.

Related Posts

10 comments:

  1. Memang benar, jangan terlalu benci dan cinta ya, akan susah jadinya :)

    BalasHapus
  2. terlanjur cinta takutnya nanti malah ada rasa benci ya,
    yang biasa aja, yang penting pemimpinnya berbuat untuk kesejahteraan rakyat.

    BalasHapus
  3. Saya mendukung salah satu capres, tapi biasa2 aja sih, gak berlebihan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku juga dukung mbak,, tapi memilih sekedarnya saja..
      udah biasa dikecewain sih,, heuheu

      Hapus
  4. Paling nggak demen tokoh politik lain menyindir dan mencaci tokoh lain,,, ah lah embuhlah

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe,, begitulah mas,,
      mending ngeblog aja ya :)

      Hapus
  5. Siapapun pemengannya mudah2an bisa lebih baik dari periode sekarang :) jangan cuma bisa janji manis doang

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya,, rakyat udah males di-PHP-in

      Hapus

Terimakasih sudah berkunjung, Silahkan meninggalkan komentar :) | Nyepam pasti saya delete