Mungkin Begini Cara Mengatur dan Memenuhi Keinginan

shares |

Suatu hari, Nabi Isa as melihat seoranglelaki tua yang sedangmembajak tanah. Nabi Isa kemudian berdoa kepada Allah agar menjauhkan keinginan-keinginan darinya. Kemudian lelaki tua itu melempar cangkulnya dan istirahat .
Nabi Isa kemudian berdoa lagi agar Allah mengembalikan keinginan-keinginan pada lelaki tua tersebut. Lalu orang tua itu berdiri dan mengambil cangkulnya dan meneruskan pekerjaannya.

Nabi Isa as mendekatinya dan menanyakan kepada orang tua tersebut. "Mengapa tadi anda bekerja kemudian tiba tiba anda tiduran di atas tanah beberapa saat dan kemudian bangkit lagi dan melanjutkan pekerjaan anda?"
Orang tua itu menjawab, "Ketika aku bekerja, aku katakan pada diriku, 'berapa lama kau harus bekerja padahal kamu sudah begitu tua', lalu aku lempar cangkulku dan aku istirahat. Kemudian aku katakan pada diriku, 'Aku bersumpah kepada Allah bahwa selama aku masih hidup aku akan selalu mebutuhkan perlengkapan-perlengkapan untuk menjalani hidup'. Maka aku pun berdiri dan melanjutkan pekerjaanku"

Cerita ini menunjukkan bahwa 'keingunan-keinginan' pada manusia adalah sesuatu yang fitri, ia akan selalu ada dan memang harus ada. Keinginan adalah sesuatu yang integral dalam diri manusia. Karena manusia hidup di alam fisik yang tentunya manusia membutuhkan keperluan -keperluan fisik yang menunjang kehidupannya. Tanpa itu, kita justru tidak akan mampu menjalankan perintah Allah swt.

Namun perlu digarisbawahi bahwa tidak semua keinginan itu bisa terpenuhi. Aku sering memberikan nasihat pada anakku sejak lahir, "Yusuf, kamu hidup di dunia, bukan di perut bundamu lagi. Di perut bundamu kamu bisa minta kapan saja dan pasti Allah penuhi segala kebutuhanmu. Namun di dunia, ada hal hal yang kita inginkan tapi tidak atau belum bisa kita miliki, karena kita tidak atau belum tepat memilikinya." Anakku tetap saja menangis. Hehe,, Paham ga paham aku terus mengulang itu sampai saat ini umur dua tahun lebih dua bulan. Dan kadang dia tetap menangis jika keinginannya tidak aku penuhi. #BelumBerhasil :)

Memenuhi segala keinginan anak adalah impian para orang tua. Namun kita tidak boleh lengah karena disitu ada jeratan setan yang kelak akan merugikan kita dan lebih lebih anak kita. Kita tidak harus memenuhi semua keinginan-keinginan. Karena itu akan mendatangkan kesulitan demi kesulitan yang mencekik kita. Kita hanya perlu mengarahkan keinginan itu menjadi ''kebutuhan' . Dan sisanya, keinginan-keinginan itu kita tujukan kepada Allah swt. Karena begitulah para arif hanya menginginkan Allah semata.

Agama samawi, khususnya Islam, tidaklah menyuruh manusia mengubur dan menghilangkan seluruh keinginannya, namun mengaturnya sedemikian rupa agar kita tidak terlena dengan keinginan dan angan angan yang justru melemparkan kita ke lembah kegagalan dan kesengsaraan.

Related Posts

8 comments:

  1. Yup nasihatnya bijak bagai pribahasa anak polah bapak kepradah. Kalau anak ada apa2nya bapak tentu akan kena karena ia tanggung jawabnya yang menanggung dosa2nya

    BalasHapus
  2. Sepakat dengan mbak Nunu :)

    BalasHapus
  3. Setuju banget.... Kalau diperbudak keinginan, kita bakalan menderita. Tapi kalau bisa mengaturnya dengan baik, hidup kita insya Allah bakalan bahagia :)

    BalasHapus
  4. mungkin keinginan tanpa impian kurang dapatin roh nya..
    makanya pernah ada yg berpendapat antara keinginan dan impian sangt tipis batasannya :)

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkunjung, Silahkan meninggalkan komentar :) | Nyepam pasti saya delete