Hilangnya Romanitisme Keluarga Akibat Teknologi

shares |

Rasanya tema ini sudah sering dibicarakan dan kurang lebih intinya ya seperti itu. Seperti itu bagaimana maksudnya? Ya seperti itulah. Keluarga jadi kurang harmonis karena masing masing penghuni rumah memegang gadget berselancar di dunia maya-nya masing-masing. Sehingga yang dekat terasa jauh, bahkan nihil. Sementara yang jauh seakan-akan dekat, padahal sejatinya hanya maya, alias ga nyata.

Lalu apa uniknya tulisan ini jika sudah sering dibicarakan? Iya memang sudah tidak unik lagi sih. Cuma aku ingin berbagi aja dari lokasi TKP tempat kejaian perkara. Begini ceritanya.

Pada zaman dahulu kala, sebelum ada gadget yang bisa smsan dan fesbukan, sepasang suami istri sedang berjalan-jalan ke Monas atau Monumen Nasional. Karena tidak boleh menyebut produk, maka aku sebut saja nama inisialnya saja. Sebut saja inisial perempuanya Karimah dan inisial lelakinya Toto. Mereka berdua adalah pasangan suami istri yang baru menikah. Mereka berjalan-jalan sambil berpegangan tangan dan sesekali bercanda kecil. Anggap aja suasananya romantis. :)

Akhirnya mereka menemukan tempat duduk yang nyaman dan adem. Anggap aja suasanaya sangat-sangat romantis. Dan sejurus kemudian, datanglah pengamen dengan menggunakan alat musik biola. Nurul memintanya untuk memutarkan lagunya Celine Dion A Whole New Wordl Ost-nya Alladin. Dengan sok nyeni, pengamen tersebut memainkannya dengan merdu, dan menambah suasana makin syahdu.

Setelah selesai mendengarkan alunan biola sang pengamen, pasangan muda tersebut sangat senang dan memberikan selembar uang kertas kepada pengamen tersebut sebagai ucapan terima kasih. kemudian, Disela-sela mereka mengobrol, Toto bertanya pada Karimah, " Sayang, kamu tahu tidak berapa tingginya Monas?".
Karimah menjawab, "emmm.. ga tau Mas, eh dulu pernah tau tapi lupa. Emang berapa tingginya mas?"
Toto: Ah, berapapun tingginya itu tidak penting, syaang. Yang perlu kamu tahu dan ingat selalu adalah bahwa cintaku padamu lebih tinggi dari Monas itu (sambil menunjuk ketinggian monas) dan bahkan cintaku setinggi angkasa (ter-agnes).
Karimah: (Tersenyum bahagia) ,, emm So sweet..
Kemudian mereka punya anak dan bahagia selamanya... Happy ending. Anggap aja cerita ini romantis ya.

Mau tau cerita versi 2014?
langsung saja ke dialog ya..
Ayah: Bunda,,
Bunda: Iya Ayah,,
Ayah: Bunda tau tidak tingginya monas? (Sambil menunjuk arah monas)
Bunda: "emmm...  bentar ya Yah, Bunda Googling dulu (Sambil membuka kembali Androidnya
Ayah: @#!!%??

Nah, inilah salah satu contoh kasus dari judul tulisan acakadut ini bagaimana Hilangnya Romanitisme Keluarga Akibat Teknologi.

Kejadian diatas bisa terjadi dimana saja dan bisa menimpa siapa saja. Jika ada nama dan kejadian yang serupa, bukanlah kesengajaan dari saya.

Related Posts

2 comments:

  1. Betul banget mas... zaman sekarang orang sudah tergantung sama gadget, jadi susah melepasnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sepertinya agan juga salah satu korbannya ya :)
      thanks udah mampir

      Hapus

Terimakasih sudah berkunjung, Silahkan meninggalkan komentar :) | Nyepam pasti saya delete