Hadiah Hari Ayah Tahun ini

shares |

Tidak terasa hampir tiga tahun aku telah menjadi seorang ayah. Hitungan ini berdasarkan kelahiran anakku yang pertama, Yuzarsif Musthafa. Tepatnya sih kata ibunya anakku adalah dua tahun delapan bulan. Menjadi ayah selama ini tentu berbeda rasanya dengan menjadi ayah selama sepuluh atau dua puluh tahun. Tapi yang pasti menjadi ayah itu sesuatu banget.

Sebelumnya aku tak pernah mengira bahwa setiap tanggal 12 November itu adalah hari ayah Nasional. Dan memang baru tahun 2006 hari ayah itu dideklarasikan. Itupun yang mendeklarasikan adalah ibu-ibu, bukan ayah-ayah. Mungkin bagi kebanyakan ayah, peringatan hari ayah tidaklah begitu penting apalagi sakral. Seorang ayah hanya berfikir bagaimana dapurnya bisa ngepul setiap hari. Tak hanya itu ia harus berusaha memberikan yang terbaik untuk anggota keluarganya. Namun dengan adanya hari ayah ini, aku berfikir bahwa sekecil apapun peran kita di dunia adalah layak untuk dihargai atau diapresiasi. Dan penghargaan itu akan semakin memantik semangat untuk melakukan yang lebih baik lagi.

Hadiah hari ayah untuk keluarga kecilku tahun ini adalah, aku resign dari kantor. Kedengaranya memilukan. Tapi bagiku dan anak istriku ini adalah kebahagiaan. Aku tidak perlu lagi ngaspal jalan dari depok ke jakarta pagi dan malam. Aku cukup pakai kolor untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang kini aku jalani. Setiap hari aku bisa menggendong anak dan membantu membereskan rumah, tanpa harus meninggalkan pekerjaan. Ini adalah hadiah hari ayah dariku untuk mereka.

Di blog ini aku ingin sampaikan pada anakku yang masih dua tahun delapan bulan..
Anakku, Yusuf..
Ayah memang tidak melahirkanmu, namun ayah-lah yang pertama kali mengenalkanmu dengan Allah saat kamu lahir di dunia ini.
Ayah memang tidak mengandungmu, namun ayah selalu memperhatikan kesehatan dan ketenangan bundamu saat kamu dalam kandungan
Ayah memang tak pernah menyusuimu, namun disetiap air susu yang kau minum ada cucuran keringat ayahmu
ayah memang tidak selalu menjagamu setiap saat, namun ayah selalu meyakinkan bahwa seluruh kebutuhanmu terpenuhi
Ayah memang tak selembut dan sehangat pelukan bundamu, namun kamu harus tahu bahwa sesungguhnya ayah tak mampu melepaskan pelukanmu
Surga memang ada di telapak kaki bundamu,, namun percayalah, ayah snantiasa menyebut namamu dalam setiap doa doaku.
Anakku, saat kau besar nanti, jadilah laki-laki yang selalu menjaga kehormatan wanita, mengayomi dan memberi keamanan dan kenyamanan untuknya.
Jadilah laki-laki yang memberikan sebanyak-banyak manfaat untuk sebanyak-banyak manusia.

Kepada seluruh Ayah dimuka bumi ini.. Selamat ya Yah. Keep working.. Anak istrimu menunggumu di rumah :)

Related Posts

0 comments:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkunjung, Silahkan meninggalkan komentar :) | Nyepam pasti saya delete